Trump Lanjutkan Pengiriman Bom 907 Kg ke Israel, Alasannya: Karena Mereka Beli

 


CASPO777 Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (25/1/2025), mengungkapkan bahwa dia telah menginstruksikan militer AS untuk mencabut penundaan yang diberlakukan oleh pendahulunya, Joe Biden, terhadap pengiriman bom, yang satunya saja seberat 907,2 kg, ke Israel.

"Kami melepaskannya. Kami melepaskannya hari ini. Dan sekarang, mereka akan memilikinya. Mereka sudah membayar untuk itu dan sudah lama menunggu. Itu sudah disimpan," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, seperti dikutip dari CNA, Senin (27/1).

Satu bom seberat 907,2 kg dapat menembus beton dan logam yang tebal, menciptakan radius ledakan yang luas. Reuters melaporkan tahun lalu bahwa pemerintahan Biden telah mengirimkan ribuan bom seberat 907,2 kg ke Israel setelah serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas, namun menahan satu gelombang pengiriman.

Washington telah mengumumkan bantuan untuk Israel senilai miliaran dolar sejak perang terbaru dengan Hamas dimulai pada 7 Oktober 2023.

Saat ditanya mengapa dia melepaskan bom mematikan tersebut, Trump menjawab, "Karena mereka membelinya."

Sebelumnya pada Sabtu pagi, Trump mengatakan di platform Truth Social, "Banyak hal yang telah dipesan dan dibayar oleh Israel, namun belum dikirim oleh Biden, sekarang sedang dalam perjalanan!"

DAFTAR 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?