Kemlu RI: 525 WNI Terlibat Online Scam Berhasil Dipulangkan dari Myanmar
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
caspo7777 Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 525 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam kasus online scam di Myanmar berhasil dipulangkan ke Tanah Air dalam tahun 2025. Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI), Judha Nugraha, mengonfirmasi pemulangan tersebut dalam konferensi pers di Kemlu RI pada Kamis (6/3/2025).
Pemulangan dilakukan dalam dua tahap, yakni 46 orang pada 21 Februari 2025, sementara sisanya dipulangkan pada 28 Februari 2025.
Sejumlah tim dari Kemlu RI telah berada di Mae Sot, Thailand—kota perbatasan yang menjadi jalur transit bagi para WNI sebelum kembali ke Indonesia.
"Pihak Kemlu melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, baik otoritas Thailand maupun Myanmar, agar WNI kita bisa segera keluar dari wilayah Myanmar," ujar Judha.
Kemlu RI juga terus berkoordinasi dengan otoritasMyanmaruntuk memastikan tidak ada lagi WNI yang masih terjebak diMyawaddy, tempat para korban online scam sebelumnya berada.
Tantangan Pemulangan WNI dari Myanmar
Judha mengungkapkan bahwa proses pemulangan WNI dari Myawaddy menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk:
1. Pendataan yang Terbatas
Menurut Judha, pemerintah hanya dapat mengandalkan laporan pengaduan dari berbagai sumber karena para WNI yang terjebak dalam online scam berangkat tanpa prosedur resmi.
"Mereka tidak memiliki visa kerja yang jelas, sehingga data mereka tidak tercatat oleh Kemlu RI maupun Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," jelasnya.
2. Wilayah Konflik di Myawaddy
Myawaddy merupakan daerah yang tengah dilanda konflik, sehingga upaya pemulangan menjadi lebih kompleks.
"Otoritas Naypyidaw memiliki keterbatasan dalam mengakses Myawaddy, sementara WNI kita tersebar di beberapa titik yang dikuasai kelompok bersenjata," ujar Judha.
3. Sebagian WNI adalah Korban TPPO
Kemlu RI juga mengidentifikasi bahwa beberapa WNI yang terlibat dalam kasus online scam merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Tantangannya adalah memastikan proses identifikasi dilakukan dengan akurat agar mereka yang menjadi korban mendapatkan perlindungan yang sesuai," tambahnya.
4. Kaitan Erat antara Online Scam dan Judi Online
Judha juga menyoroti hubungan antara judi online dan online scam, yang menjadi faktor utama keterlibatan WNI dalam kasus ini.
"Di beberapa negara, seperti Indonesia dan Myanmar, regulasi mengenai judi online berbeda, sehingga banyak WNI yang tanpa sadar terjebak dalam praktik online scam," jelasnya.
ALPHA SLOT88 Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji dan umrah kerap menjadi sasaran kabar bohong atau hoaks. Misalnya, program haji dan umrah gratis yang mengatasnamakan pemerintah atau Kementerian Agama (Kemenag). Faktanya, tidak ada program baik haji gratis maupun umrah gratis yang digelar oleh pemerintah Kemenag pun meminta masyarakat mewaspadai penipuan dan memastikan selalu mendapatkan informasi resmi hanya melalui kanal Kemenag dan Informasi Haji. Berikut hoaks mengenai haji dan umrah gratis yang digelar pemerintah: 1. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Haji Gratis 2026 dari Pemerintah Beredar unggahan klaim link pendaftaran haji gratis 2026 dari pemerintah khusus 100 orang yang beruntung. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada Kamis 13 September 2025. Unggahan berisi tulisan sebagai berikut: " Pendaftaran Haji gratis pemerintah khusus 100 orang yang beruntung tahun keberangkatan...
Indramayu - Ririn Rifanto (35) menjadi dalang pembunuhan sekeluarga di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu. Dalam menjalankan aksinya, Ririn dibantu rekannya Prio Bagus Setiawan (29). Dalam kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Ririn dan Prio, lima nyawa melayang, mereka adalah Budi Awaludin (45), Sachroni (78) ayah dari Budi, Euis Juwita Sari (43) istri budi, dan dua anak Budi berumur 7 tahun inisial RK serta 8 bulan inisial B. Prio mengaku baru pertama kali melakukan aksi kejahatan. Semanatara itu, Ririn mengaku sebelumnya pernah melakukan kejahatan. Pembunuhan terhadap satu keluarga ini merupakan kejahatan kedua yang pernah Ririn lakukan. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan Ririn merupakan residivis. "Salah satu adalah mantan residivis, pasal penganiayaan, luka berat dan yang R itu pelaku utamanya. Yang P, belum pernah. Karena baru diajak sekali," kata Hendra, Rabu (10/9/2025). Karena pernah memiliki catatan kepolisian, tim gab...
ALPHASLOT88 Liputan6.com, Jakarta - Serangan Amerika Serikat (AS) ke tiga fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025), menandai eskalasi tajam dalam konflik segitiga antara Iran, Israel, dan AS yang selama ini terpendam di balik diplomasi tumpul dan operasi militer berskala terbatas. Peristiwa ini mencerminkan bergesernya norma dalam menyelesaikan konflik antarnegara: dari meja perundingan kembali ke logika kekuatan senjata. Pada saat yang sama, risiko penutupan Selat Hormuz membayangi ekonomi global yang tengah rapuh, dengan harga energi yang bisa melonjak drastis dan mengancam stabilitas fiskal negara-negara berkembang. "Saya rasa negara-negara lain baik di kawasan Timur Tengah ataupun major powers yang berada di luar kawasan cenderung mendorong de-eskalasi sesegera mungkin. Tidak ada negara yang ingin peperangan ini berlarut-larut, selain mungkin Israel dan Iran sendiri. Seperti yang kita ketahui, axis of resistance ya...
Komentar
Posting Komentar