Laba Gabungan Perbankan AS Sentuh Rp 1,1 Kuadriliun pada Kuartal I 2025

 


ALPHA SLOT88 Liputan6.com, Jakarta - Industri perbankan AS melaporkan laba gabungan sebesar USD 70,6 miliar atau Rp1,1 kuadriliun pada kuartal I tahun 2025.

Mengutip US News, Sabtu (31/5/2025) angka laba gabungan perbankan AS ini menandai lonjakan 5,8% dari kuartal sebelumnya, menurut catatan regulator sektor keuangan AS, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).

Regulator mengatakan bahwa pertumbuhan laba terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan non-bunga di bank, yang naik 7% pada kuartal I 2025.

"Dengan tingkat modal dan likuiditas yang kuat untuk mendukung pinjaman dan melindungi dari potensi kerugian, industri perbankan terus mendukung kebutuhan negara akan layanan keuangan sambil menavigasi tantangan yang dihadirkan oleh ketidakpastian ekonomi, inflasi dan suku bunga yang tinggi, kredit yang lebih ketat, dan peningkatan kerugian yang belum direalisasi," kata Ketua Sementara FDIC, Travis Hill dalam sebuah pernyataan.

Namun, bank di AS juga melaporkan sedikit pertumbuhan dalam biaya penyisihan terhadap potensi kerugian pinjaman.

Biaya tersebut naik 0,3% per kuartal menjadi USD 22,5 miliar (Rp366,6 triliun), dan sekarang menjadi 9,1% lebih tinggi dari tahun lalu.

Meskipun kualitas aset bank secara umum tetap baik, dengan pinjaman yang jatuh tempo relatif stabil, FDIC mencatat bahwa bank masih bergulat dengan kesulitan di sektor real estat komersial, di mana pinjaman yang jatuh tempo mencapai 1,49%, level tertinggi sejak 2014.

Pertumbuhan pinjaman juga dilaporkan relatif lambat, dengan saldo naik hanya 0,5% dari kuartal sebelumnya.

Dalam hal pertumbuhan tahunan, perbankan di AS saat ini hanya mengalami pertumbuhan 3%, yang lebih rendah dari yang dicapai selama periode pra-pandemi sebesar 4,9%, ungkap FDIC.

Pendapatan Operasional Bank Aladin Syariah Melesat di 2024, Begini Strateginya

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2024. Bank digital berbasis syariah pertama di Indonesia ini mencatat pendapatan operasional hampir dua kali lipat menjadi Rp613 miliar, dari Rp334 miliar pada tahun sebelumnya.

Dikutip dari keterangannya, Senin (28/4/2025), lonjakan ini terutama didorong oleh pertumbuhan margin, peningkatan bagi hasil, serta pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang melonjak hampir lima kali lipat menjadi Rp154 miliar.

Dari sisi aset, Bank Aladin mencatat pertumbuhan 32% menjadi Rp9,36 triliun, didukung ekspansi pembiayaan musyarakah yang naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp4,1 triliun.

Dana pihak ketiga dari simpanan mudharabah juga meningkat signifikan menjadi Rp5,4 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap layanan syariah digital Bank Aladin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?