Pengangguran Februari 2025 Capai 7,28 Juta, Turun Dibanding Tahun Lalu

 


alphaslot88 Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan nasional pada Februari 2025. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada Februari 2025, jumlah penganggur di Indonesia tercatat sebanyak 7,28 juta orang. Jumlah ini setara dengan TPT sebesar 4,76 persen. Angka tersebut menunjukkan perbaikan jika dibandingkan Februari 2024, di mana TPT tercatat sebesar 4,82 persen.

Ia juga menjelaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran terbuka terjadi pada penduduk perempuan. Namun, pada saat yang sama, TPT untuk laki-laki justru mengalami sedikit peningkatan, yakni sebesar 0,02 basis poin.

Meskipun demikian, secara keseluruhan, penurunan TPT tercatat terjadi secara konsisten baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, yang mencerminkan adanya peningkatan peluang kerja di berbagai daerah.

"Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini juga terjadi pada perempuan sedangkan tingkat pengangguran terbuka laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,02 persen basis point," ujarnya.

3 Sektor Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Dalam hal penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha, data BPS menunjukkan bahwa tiga sektor utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Ketiga sektor ini masih menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

"Pada Februari 2025, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan," uajrnya.

Menurut Amalia, jika dibandingkan dengan Februari 2024, sebagian besar lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja. Sektor perdagangan mencatatkan peningkatan paling signifikan, yaitu sebanyak 0,98 juta orang.

Kemudian, disusul oleh sektor pertanian yang mengalami penambahan tenaga kerja sebanyak 0,89 juta orang, serta industri pengolahan yang menyerap tambahan 0,72 juta pekerja.

Peningkatan ini dinilai positif mengingat ketiga sektor tersebut tidak hanya berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?