Potret Semrawutnya JPO Cawang Kompor: Kabel Kusut, Besi Berkarat, dan Tanpa Atap

 

alphaslot88 Liputan6.com, Jakarta - Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur menjadi satu dari sekian JPO yang tak diperhatikan pemerintah daerah.

Bagaimana tidak, kondisinya yang terbilang jauh dari layak justru berpotensi membahayakan warga yang akan menggunakan jembatan penyeberangan tersebut.

Bagian anak tangga yang sudah terlihat lapuk karena termakan usia. Besi-besi yang menutupi masing-masing anak tangga juga berkarat dan berlumut karena sering terkena hujan dan paparan panasnya ibu kota.

Jangankan untuk sekedar berteduh dari terik matahari maupun hujan, JPO yang ada di dekat lampu merah persimpangan Jalan Dewi Sartika dan Jalan MT Haryono ini tidak dilengkapi dengan atap.

kondisinya juga semakin semrawut dengan adanya kabel listrik maupun kabel optik yang melintang dari tiang besi jalanan. Salah satunya ada yang terhubung dengan lampu lalu lintas di persimpangan Jalan Dewi Sartika.

Bahkan kabel-kabel tersebut sengaja diikat ke pagar besi JPO yang tak hanya merusak pemandangan, tapi juga membahayakan orang yang menyeberang. Selain itu, jembatan juga tidak dilengkapi jalur khusus pengguna disabilitas yang ingin menyeberang.

Tak Efektif untuk Menyeberang

Keberadaan JPO tersebut juga tidak efektif karena salah satu sisi tangganya justru berdiri di tengah-tengah persimpangan jalan. Akibatnya, tak sedikit orang yang lebih memilih menyeberang sembarangan, hingga memicu kecelakaan.

"Di sini sering kejadian tabrakan pejalan kaki, orang-orang lebih milih nyebrang langsung di bawah jembatan kebanding lewat atas," kata warga setempat bernama Ajis (43) kepada merdeka.com, Minggu (4/5/2025).

Menurut Ajis, JPO Cawang Kompor itu sudah dibangun sejak tahun 1980-an. Sejak awal pembangunan, JPO memang tidak dilengkapi atap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?