Demi Dukung Garuda, Rumpiatun Tempuh Perjalanan dari Semarang ke GBK

 


ALPHA SLOT88 Liputan6.com, Jakarta Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025), tak cuma menyita perhatian kaum adam. Mulai dari ibu-ibu dan anak muda kompak mendukung tim asuhan Patrick Kluivert.

Kaum Hawa pun ikut tumpah ruah mendukung skuad Garuda. Salah satunya, Rumpiatun, datang jauh-jauh dari Semarang demi mendukung langsung skuad Garuda.

Bersama keluarga, Rumpiatun tiba di Jakarta pada pagi hari

"Dari Semarang naik kereta, tadi pagi sampainya," kata dia saat ditemui, Kamis (5/6/2025) malam.

"Sekalian nengok anak, kebetulan anak saya kuliah di Jakarta. Sama anak langsung ke sini," sambung dia.

Kecintaan Rumpiatun pada sepak bola, muncul saat melihat gaya bermain pemain naturalisasi. "Mulai suka ada pemain Naturalisasi cakep-cakep sama mainnya jadi bagus," ucap dia.

Bukan kali pertama ia datang ke GBK. Tapi menurutnya, atmosfer pertandingan kali ini terasa lebih semarak. "Pernah sebelumnya nonton langsung pas Indonesia lawan Filiphina. Tapi ini lebih ramai," ucap dia.

Timnas Indonesia Diharapkan Menang

Rumpiatum datang berempat, bersama keluarga. Tampil dengan baju Timnas Indonesia “Harapannya Menang ya 2-0," ucap dia.

Tak jauh dari lokasi, terlihat juga Vira, perempuan asal Bogor, Jawa Barat. Bersama suporter lain sedang duduk di kursi beton menunggu giliran masuk.

"Datang sendiri, kebetulan dari sekolah suka nonton sepak bola," ucap dia.

Meski mengaku belum terlalu memahami para pemain skuad Timnas, ia punya satu nama yang paling diingat.

"Aku gak begitu ikutin kalau Indonesia paling setahu aku Arhan doang," ujar dia.

Untuk pertandingan kali ini, Vira berharap Garuda tampil dengan maksimal. "Semoga menang aja Prediksi skor 2-1," tandas dia.


DAFTAR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?