Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Muncul Perdana Sejak 19 Juni, Ancam AS dan Israel

 


ALPHA SLOT88 Liputan6.com, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada hari Kamis (26/6/2025) bahwa negaranya telah memberikan "tamparan di wajah Amerika" dengan serangannya terhadap pangkalan Amerika di Qatar, dan memperingatkan terhadap serangan AS lebih lanjut dalam komentar publik pertamanya sejak gencatan senjata dideklarasikan dengan Israel setelah 12 hari perang.

Khamenei berbicara dalam rekaman video yang disiarkan di televisi pemerintah Iran, penampilan pertamanya sejak 19 Juni. Pria berusia 86 tahun itu terlihat dan terdengar lebih lelah daripada sepekan yang lalu, berbicara dengan suara serak dan kadang-kadang tersendat-sendat dalam menyampaikan kata-katanya.

Seperti dikutip dari Associated Press (AP), pidato pemimpin tertinggi Iran berdurasi lebih dari 10 menit itu dipenuhi dengan peringatan dan ancaman yang ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia meremehkan serangan AS hari Minggu (22/6) terhadap tiga lokasi nuklir Iran yang menggunakan bom penghancur bunker dan rudal jelajah, dengan mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump — yang mengatakan serangan itu “benar-benar dan sepenuhnya menghancurkan program nuklir Iran — telah "melebih-lebihkan" dampaknya.

"Mereka tidak dapat mencapai sesuatu yang signifikan," kata Khamenei.

Kepala pengawas nuklir PBB, Direktur Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi, menegaskan kembali pada hari Kamis (26/6) bahwa kerusakan yang disebabkan oleh serangan Israel dan AS pada fasilitas nuklir Iran “sangat, sangat, sangat besar.”

"Saya pikir pemusnahan itu terlalu banyak tetapi mengalami kerusakan yang sangat besar," kata Grossi kepada outlet berita Prancis RFI.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada hari Rabu (925/6) juga mengakui bahwa "instalasi nuklir kami telah rusak parah, itu sudah pasti."

Misteri Keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Sejak Perang Pecah dengan Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak terlihat di depan umum sejak berlindung di lokasi rahasia setelah pecahnya perang pada 13 Juni, ketika Israel menyerang fasilitas nuklir Iran dan menargetkan komandan militer dan ilmuwan papan atas.

Setelah serangan AS pada hari Minggu (22/6) terhadap fasilitas nuklir Iran, Trump dapat membantu menegosiasikan gencatan senjata yang mulai berlaku pada hari Selasa (24/6).

Pemimpin Iran memperingatkan AS agar tidak melakukan serangan lebih lanjutKhamenei mengklaim AS hanya campur tangan dalam perang karena "merasa bahwa jika tidak campur tangan, rezim Zionis akan hancur total."

"AS ikut berperang untuk menyelamatkan mereka, tetapi tidak memperoleh apa pun," katanya.

Khamenei mengatakan serangan negaranya terhadap pangkalan AS di Qatar pada hari Senin adalah signifikan, karena menunjukkan Iran "memiliki akses ke pusat-pusat penting AS di kawasan itu dan dapat bertindak melawan mereka kapan pun dianggap perlu."

"Republik Islam menang dan, sebagai balasannya, menampar wajah Amerika," katanya, seraya menambahkan "tindakan ini dapat diulang di masa mendatang."

"Jika terjadi agresi, musuh pasti akan membayar harga yang mahal," ucap Khamenei.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?