Aphelion 2025, Simak Ragam Faktanya Biar Tak Terpengaruh Hoaks
ALPHA SLOT88 Liputan6.com, Jakarta- Pada Juli 2025, Bumi akan mencapai titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya, kondisi ini dikenal sebagai aphelion. Sejumlah hoaks terkait fenomena tersebut pun bermunculan sehingga bisa menimbulkan keresahan.
Cek Fakta Liputan6.com pun mendapat sejumlah klaim seputar fenomena aphelion yang beredar di media sosial, mulai dari membuat suhu bumi lebih dingin hingga memicup munculnya penyakit. Setelah ditelusuri, klaim tersebut terbukti hoaks.
Agar tidak terpengaruh hoaks seputar fenomena aphelion, simak beragam fakta berikut ini.
Jarak Antara Bumi dan Matahari
Saat aphelion, jarak antara bumi matahari mencapai sekitar 152 juta kilometer. Jarak ini sekitar 2,5 juta kilometer lebih jauh daripada jarak rata-rata bumi-matahari yang sekitar 149,6 juta kilometer. Meski terdengar signifikan, dampaknya bagi kehidupan di Bumi relatif kecil.
Dampak Minimal Fenomena Aphelion 2025 bagi Bumi
Meskipun jarak bumi-matahari berubah cukup signifikan selama aphelion, dampaknya terhadap bumi relatif minimal. Perubahan jarak ini tidak menyebabkan perubahan suhu yang signifikan atau berpengaruh ekstrem terhadap iklim global. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa musim di bumi lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi daripada jaraknya dari matahari. Dengan demikian, tidak ada potensi gangguan cuaca signifikan yang disebabkan oleh aphelion. Faktor utama yang memengaruhi cuaca tetaplah kemiringan sumbu Bumi.
Singkatnya, fenomena aphelion 2025 tidak akan membuat perbedaan besar dalam kehidupan sehari-hari. Suhu dan cuaca akan tetap seperti biasanya, dan tidak ada alasan untuk panik. Aphelion hanyalah sebuah peristiwa astronomi biasa yang terjadi setiap tahun.
Fenomena Astronomi Lain di Juli 2025
Selain aphelion, Juli 2025 juga akan menyajikan beberapa fenomena astronomi menarik lainnya. Ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk mengamati langit dan menikmati keindahan alam semesta.
Beberapa fenomena yang patut dinantikan antara lain Bulan Purnama Buck Moon pada 11 Juli 2025. Kemudian, ada juga hujan meteor Piscis Austrinid yang puncaknya diperkirakan pada 28 Juli 2025, meski intensitasnya rendah, hanya sekitar lima meteor per jam.
Tidak ketinggalan, hujan meteor Delta-Aquariid dan Alpha-Capricornid diperkirakan mencapai puncaknya pada 30 Juli 2025. Jadi, siapkan diri untuk menikmati pertunjukan langit yang menakjubkan di sepanjang bulan Juli!
Komentar
Posting Komentar