Terekam Kamera Google Tanpa Busana, Pria Ini Tuntut dan Menang Kamera Google Street View

 


Liputan6.com, Buenos Aires - Pria di Argentina viral usai fotonya telanjang tersebar di Google Street View, ia akhirnya memenangkan gugatan melawan Google setelah tujuh tahun memperjuangkan hak privasinya.

Meskipun gugatan pria yang identitasnya dirahasiakan itu baru saja berakhir, insiden ini sebenarnya terjadi sejak 2017.

Saat itu, mobil Google Street View melintas di Bragado, sebuah kota kecil di Argentina yang berjarak sekitar 200 kilometer dari Buenos Aires, tepat ketika seorang pria lokal sedang berada di halaman rumahnya dalam keadaan telanjang bulat, dilansir dari SCMP, Kamis (31/7/2025).

Kamera canggih di mobil tersebut menangkap gambar pria itu dari belakang, memperlihatkan bokongnya secara jelas.

Meski wajahnya tidak terlihat, alamat rumah yang terekam dalam foto membuatnya mudah dikenali.

Akibatnya, pria itu menjadi bahan tertawaan warga sekitar.

Merasa dipermalukan dan lelah menjadi sasaran ejekan, ia akhirnya membawa Google ke jalur hukum dengan tuduhan pelanggaran privasi.

Awalnya Gugatan Ditolak

Pengadilan tingkat pertama sempat menolak gugatan tahun lalu, dengan alasan bahwa pria asal Argentina itu bertanggung jawab atas insiden tersebut karena "berjalan dalam kondisi tidak pantas di halamannya sendiri."

Namun, setelah banding diajukan, pengadilan memutuskan untuk memenangkan pihak penggugat.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa Google telah “menyerobot” ranah privat penggugat dan "merendahkan martabatnya."

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu berdalih bahwa pagar rumah pria tersebut terlalu rendah untuk menutupi tubuhnya.

Namun, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa tembok setinggi hampir dua meter itu sebenarnya cukup tinggi, sehingga argumen tersebut dianggap tidak berdasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?