Serakahnomic Ala Prabowo, Butuh Penegakan Hukum yang Konsisten
ALPHA SLOT88 Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melawan elite kaya yang menguasai kekayaan Indonesia demi kepentingan pribadi, dan memastikan sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat. Hal itu disampaikan dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jumat 15 Agustus 2025.
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) Harris Arthur Hedar menilai, penekanan Presiden Prabowo soal penegakan hukum adil, transparan, dan tanpa pandang bulu menjadi syarat penting bagi keadilan sosial dan stabilitas nasional, serta menegaskan hukum harus berlaku untuk semua
"Prinsip mulia harus bisa diterapkan dan hanya akan bermakna jika diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata. Kami yakin Pak Prabowo mampu menjalankan ini dengan baik dan konsisten,"kata dia seperti dilansir dari Antara, Sabtu (16/8/2025).
Menurutnya, penegakan hukum di Indonesia masih perlu banyak dibenahi karena praktik korupsi, mafia peradilan, dan hukum yang sering dipolitisasi membuat masyarakat skeptis.
Menanti Prabowo Lakukan Reformasi Hukum
Menurutnya, saat ini merupakan momentum penting bagi Presiden Prabowo untuk mendorong reformasi hukum, karena modal politik masih kuat dan ekspektasi publik tinggi.
Namun, tantangannya ada pada resistensi internal birokrasi hukum yang sudah lama terbiasa dengan budaya transaksional.
"Di sisi lain, kecenderungan intervensi politik dari para pemilik kepentingan juga bisa menghambat jalannya pembaruan. Hal ini yang harus betul betul dicermati,” ucap dia.
Harris menegaskan, penerapan hukum tanpa pandang bulu membutuhkan tiga langkah utama: memperkuat independensi aparat penegak hukum, memastikan transparansi dalam kasus besar agar publik bisa menilai, serta menerapkan kebijakan nol toleransi bagi aparat yang menyalahgunakan kekuasaan.
"Tanpa ketegasan semacam ini, kepercayaan publik akan kembali runtuh," ungkap Harris.
Awal Mula Serakahnomics
Serakahnomics pertama kali diperkenalkan oleh Prabowo dalam pidatonya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo pada 20 Juli 2025. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengkritik praktik ekonomi yang dilandasi keserakahan elit, yang disebutnya melewati batas kewajaran dan moralitas.
Prabowo mengatakan bahwa kekayaan yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa. Sayangnya, dia menyebut masih banyak orang jahat alias maling yang mengambil seluruh kekayaan.
"Maling-maling pun luar biasa, kalian luar biasa nggak jera-jera sudah dikasih warning berkali-kali masih aja," imbuh dia.
Prabowo pun mengklaim, istilah serakahnomics yang ia sebut merupakan istilah baru yang tidak ada dalam mazhab ekonomi yang berkembang saat ini.
"Serakahnomics ini sudah lewat nggak ada di buku enggak ada di universitas ekonomi kayak begini ini ilmu serakah. Tapi ya tunggu tanggal mainnya," jelas dia.
Selain menjelaskan soal bahayanya serakahnomics di Kongres PSI, Prabowo juga kembali menyampaikan hal yang sama dalam perayaan Harlah ke-27 PKB di JCC Senayan, Jakarta.
Pesan Politik Penting di Balik Istilah Sekarahnomics
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, ungkapan Presiden Prabowo itu bukanlah sekadar candaan, namun ada pesan politik sangat penting yang hendak disampaikan kepada publik.
"Kalau sampai disampaikan dua kali di momentum acara yang berbeda, pastinya ada pesan politik yang maha penting,” kata Ali Rif’an, Senin (28/7/2025).
Menurut Ali, setidaknya ada tiga pesan penting yang hendak disampaikan Prabowo. Pertama, yakni semangat perang melawan korupsi. Hal ini mengingat korupsi menjadi masalah sangat krusial di Indonesia, karena berdasarkan data BPS 2024, Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia masih sebesar 3,85 pada skala 0 sampai 5.
“Tentu yang pertama, Pak Prabowo memberikan pesan penting perang melawan korupsi. Prabowo yakin negara akan sulit maju jika korupsi masih ada di mana-mana. Apalagi indeks korupsi kita juga masih tinggi,” terang Ali Rif’an.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316260/original/017217200_1755230709-Screenshot_2025-08-15_110214.jpg)
Komentar
Posting Komentar