Atap Ambruk dan Bangunan Lapuk SDN Nagrak Sukabumi Ancam Keselamatan Ratusan Siswa, Desak Pemda Perbaiki
ALPHA SLOT88 Liputan6.com Jakarta Miris sekali bangunan sekolah di SDN Nagrak di Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Keselamatan para murid menjadi taruhan. Sayangnya, kondisi ini seolah tak terlihat. Perbaikan diharapkan tak kunjung terealisasi.
Sudah setahun kondisi tersebut terabaikan. Tepatnya sejak insiden atap sekolah ambruk pada 2024 lalu.
"Saat itu, baru satu anak datang pagi-pagi. Siswa tersebut masuk ke kelas untuk menyimpan tas dan mengambil sandal. Waktu dia keluar, tiba-tiba bagian belakang bangunan roboh. Kalau dia masih di dalam, mungkin ceritanya akan lain," tutur Kepala Sekolah SDN Nagrak, Rika Purwati, Sabtu (11/10/2025).
Atap bangunan roboh karena sudah lama lapuk. Gentengnya juga banyak yang hilang, kayu kaso dan reng sudah keropos, bahkan bagian atap sudah tak mampu menahan beban. Maklum saja, bangunan ini memang sudah berusia 13 tahun sejak dibangun tahun 2012 silam lewat program PNPM.
Murid Belajar di Ruang Guru
Bangunan yang ambruk merupakan ruang kelas enam yang posisinya menyatu dengan kelas lain. Akibatnya, siswa kini terpaksa belajar di ruang guru karena tak ada ruang pengganti.
"Kelas yang tersisa hanya enam ruangan, tapi satu sudah rusak berat. Sekarang ruang guru dipakai belajar. Kalau nanti jumlah siswa bertambah tahun depan, saya bingung mau menempatkan mereka di mana," jelasnya.
Tercatat, jumlah siswa aktif SDN Nagrak tahun ini mencapai 125 orang dari kelas 1 hingga 6. Meski dengan kondisi seadanya, proses belajar mengajar tetap dijalankan agar anak-anak tidak kehilangan semangat menuntut ilmu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378130/original/027668000_1760194305-133301.jpg)
Komentar
Posting Komentar