KPK Ungkap Kuota Haji untuk Petugas Kesehatan Malah Dijual ke Calon Jemaah

 

ALPHA SLOT88 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti-bukti terkait kuota haji khusus yang seharusnya diperuntukkan bagi petugas seperti tenaga medis, pengawas, hingga pendamping jemaah, malah dijual ke calon haji umum.

Hal itu diungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo berdasar pemeriksaan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-Bound Indonesia (Asphurindo), M. Iqbal Muhajir, Selasa (7/10/2025). Pemeriksaan berlangsung hampir empat jam. Iqbal diberondong pertanyaan seputar dugaan jual-beli kuota petugas haji.

"Terkait dengan jual-beli kuota petugas haji, penyidik juga menemukan adanya dugaan kuota-kuota haji yang seharusnya diperuntukkan untuk petugas ya seperti petugas pendamping, kemudian petugas kesehatan, ataupun pengawas, dan juga administrasi itu ternyata juga diperjual-belikan kepada calon jamaah. Artinyakan itu juga menyalahi ketentuan," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Dia menerangkan, kuota petugas haji yang diperdagangkan bukan cuma melanggar aturan, tapi juga mengorbankan pelayanan jemaah. Sebab jatah itu semestinya diberikan kepada tenaga medis dan pengawas lapangan yang membantu jemaah selama di Tanah Suci.

"Tapi kemudian diperjual-belikan kepada calon jemaah lain artinya ada petugas kesehatan yang berkurang jumlahnya ataupun petugas-petugas lain," ujar dia. 

Pembagian

Dia menerangkan, temuan ini masih berkaitan dengan dugaan korupsi pembagian kuota tambahan haji tahun 2023–2024 di Kementerian Agama. Saat itu, tambahan kuota sebanyak 20 ribu dibagi dua untuk jemaah reguler dan haji khusus.

"Ini masih sama, jadi bongkotnya itu masih soal diskresi atau pembagian dari kuota haji tambahan yang dilakukan di Kementerian Agama dari sejumlah total Rp 20.000 kemudian di split 10.000-10.000, ini kan efek kehilirnya seperti apa, nah itu semuanya didalami," ujar dia.

"Dan ini juga paralel dengan proses yang sedang berjalan di BPK yaitu saat ini masih proses penghitungan kerugian keuangan negaranya. Sehingga ini secara simultan dilakukan pemeriksaan baik oleh penyidik KPK maupun oleh tim auditor di BPK supaya nanti bisa secara efektif ini bisa selesai gitu kan keduanya, sehingga bisa segera ini menjadikan perkara terkait dengan kuota haji ini," dia menandaskan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hoaks Haji dan Umrah Gratis dari Pemerintah, Simak Faktanya Agar Tak Terti

Sosok Ririn, Dalang Pembunuhan Sekeluarga Terkubur di Rumah Indramayu

AS Gempur 3 Situs Nuklir Iran, Memperparah Eskalasi Konflik?